RadarKriminal.Newsz.id, Di balik hamparan tanah datar yang hijau di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, sebuah “konflik kepentingan” kembali menyala. Kali ini, kawasan hutan negara di Blok Cikawung yang dikelola Perum Perhutani menjadi panggung sengketa lahan yang melibatkan dugaan penyerobotan, pengaruh kekuasaan, dan nasib petani penggarap yang telah mengeluarkan biaya.
Lahan yang semestinya menjadi kawasan hutan produksi atau program kemitraan perhutanan tebu diduga telah berubah menjadi lahan tebu skala besar milik kelompok Tani Merdeka. Nama seorang anak Pejabat Tinggi di Kabupaten Indramayu, terseret dalam pusaran isu ini. Dugaan itu memicu pertanyaan, apakah aset negara sekali lagi menjadi korban kedekatan dengan penguasa daerah?.
Karsim, Wakil Kepala Administrasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Indramayu, tidak menyangkal adanya pertemuan di kantor Pejabat Tinggi sosok dibelakang Kelompok Tani Merdeka, Rabu (15/04) lalu, ia mengatakan bahwa Perhutani bersama Dinas Ketahanan Pangan dan kelompok tani pernah membahas program perluasan lahan tebu serta bongkar ratoon.
“Lahan di Blok Cikawung adalah zona strategis yang dikelola Perhutani. Setiap pemanfaatan untuk kegiatan produktif seperti perkebunan tebu harus melalui prosedur resmi, baik Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) maupun skema Perhutanan Sosial,” ujarnya dalam jumpa pers di aula KPH Indramayu.
(Rudi Hartono)