RadarKriminal.Newsz.id, Cibinong, Kab Bogor — Aksi unjuk rasa yang digelar Lembaga Pemantau Pembangunan dan Pendidikan Indonesia (LPPPI) di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor pada Kamis (30/7/2026) kembali menyoroti dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan pendidikan di daerah.
Dalam aksinya, LPPPI membongkar dua isu besar yang diantaranya dugaan permainan data Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 1 Sukaraja dan dugaan penyelewengan Dana BOS di SMPN 1 Bojonggede.
Ketua LPPPI, Imam Kurtubi, menegaskan bahwa pihaknya mendesak Kadisdik beserta jajaran untuk transparan, membuka data, dan menjelaskan dugaan penyimpangan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.
Namun, aksi tersebut belum membuahkan hasil. Tidak satu pun pejabat Disdik yang menemui massa aksi. Seorang petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan dinas sedang berada di luar kantor.
“Maaf pak, pak Kadis dan jajaran sedang rapat di luar pak. Jadi belum bisa ada yang nemuin untuk mediasi melalui audiensi,” ujar salah satu security setempat.
Ketiadaan respons dari pihak dinas membuat peserta aksi kecewa. Imam Kurtubi menegaskan bahwa LPPPI tidak akan berhenti pada aksi hari ini. Ia berencana akan melanjutkan aksi lanjutan hingga aspirasi mereka didengar dan Disdik Kabupaten Bogor bersedia membuka data secara transparan.
Aksi ini menjadi sorotan publik, terutama karena menyangkut integritas proses penerimaan siswa baru serta pengelolaan dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan peserta didik.
(YBS/TIM)