RadarKriminal.Newsz.id — Isu dugaan permainan data penerimaan siswa baru di SMPN 1 Sukaraja kembali mencuat. Polemik ini bermula dari 33 calon siswa yang dinyatakan gugur karena tidak melakukan daftar ulang, lalu digantikan oleh siswa lain yang sebelumnya tidak lolos.
Anehnya, daftar nama pengganti tersebut tidak pernah dipublikasikan, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Wasto, menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti isu ini.
“Terima kasih informasinya Mas… nanti kita mintain klarifikasi insya Allah,” ujar Wasto, Kamis (9/7/2026).
Latar Belakang Kasus
Data 33 siswa gugur: Pihak sekolah mengaku penggantian dilakukan otomatis melalui sistem Dinas Pendidikan. Namun transparansi dipertanyakan, lantaran Nama-nama siswa pengganti tidak dibuka ke publik, sehingga memicu dugaan adanya permainan data.
Kecemburuan sosial: Orang tua calon siswa yang benar-benar tidak lolos merasa dirugikan karena ada kabar siswa yang sebelumnya gagal justru masuk. Selain dugaan permainan data, SMPN 1 Sukaraja juga dikabarkan Jual seragam bagi siswa baru hingga Pungli uang khas siswa yang sebelumnya sempat mencuat.
Ditempat terpisah Ketua LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang, menilai praktik ini sebagai bentuk pelanggaran keterbukaan informasi publik. Ia menduga ada permainan yang merugikan masyarakat dan menuntut agar Disdik segera membuka data secara resmi
Kasus ini menyoroti lemahnya transparansi sistem penerimaan siswa baru. Ketertutupan data justru membuka ruang spekulasi adanya praktik bisnis terselubung antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Klarifikasi DPRD menjadi langkah penting untuk mengurai benang kusut dan mengembalikan kepercayaan publik.
(YBS/ASB)