Pada akhir pekan lalu, sebuah peristiwa kejahatan yang mengejutkan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, khususnya di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Seorang sopir truk menjadi korban aksi begal sadis yang melibatkan tiga pelaku dengan senjata tajam. Kejadian ini memicu kekacauan di sekitar lokasi dan membuat warga setempat merasa tidak aman.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin (9/12/2024) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, sopir truk bernama Welli Revaldo (19), warga Desa Sukajadi, Kecamatan Belitang, sedang melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Desa Serbaguna. Tiga orang pelaku, menggunakan sepeda motor, mendekati korban dan mencoba merampas kendaraannya dengan mengancam menggunakan senjata tajam.
Korban sempat dicekik dan berteriak minta pertolongan. Teriakan tersebut terdengar oleh anggota polisi yang sedang melakukan patroli di jalan raya. Petugas kemudian langsung bertindak cepat dan terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan para pelaku.
Saat kejar-kejaran, salah satu pelaku yang membawa kabur motor korban terjatuh dan berhasil ditangkap, sedangkan dua tersangka lainnya melarikan diri. Dalam proses penangkapan, pelaku berinisial RK berusaha melawan petugas dengan senjata tajam, namun dapat diatasi oleh AIPTU Ahmadi hingga berhasil diringkus.
Dari tersangka RK, polisi menyita barang bukti sebilah senjata tajam jenis pisau dan satu buah kunci liter T. Untuk dua tersangka lainnya, masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.
Aksi heroik AIPTU Ahmadi dalam menggagalkan aksi begal sadis tersebut mendapat pujian dan perhatian warga sekitar. Banyak warga yang memberikan apresiasi atas keberanian petugas dalam menjaga keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari upaya pemberantasan kejahatan jalanan, Polda Sumatera Utara telah melakukan berbagai operasi untuk menangani kasus-kasus serupa. Misalnya, pada November 2025, tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara berhasil meringkus tiga residivis pelaku kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Ketiganya dikenal sadis dan tidak segan melukai korban dengan senjata tajam.
Penangkapan dilakukan setelah sebuah video aksi mereka yang membacok korban beredar luas di media sosial dan memicu keresahan masyarakat. Tiga pelaku yang berhasil ditangkap masing-masing adalah Dwi Darmawan (22), Reza Agus Pratama (21), dan Amar Ferdiansyah Siregar (20) yang semuanya merupakan warga Kecamatan Percut Sei Tuan.
Kasus yang menjerat mereka bermula dari laporan korban bernama Raja Iman Silalahi, yang menjadi sasaran pembegalan sadis di Jalan Metrologi, Kecamatan Percut Sei Tuan pada 10 November 2025. Dalam aksi tersebut, para pelaku memepet korban yang sedang mengendarai sepeda motor lalu membacoknya menggunakan senjata tajam sebelum kabur meninggalkan korban yang bersimbah darah.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh menjelaskan bahwa penangkapan berhasil dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan intensif melalui olah tempat kejadian perkara dan rekaman CCTV. Para pelaku diringkus di sebuah penginapan di Jalan Karuntung, Kecamatan Medan Perjuangan dan kawasan pergudangan tidak jauh dari lokasi tersebut.
“Para pelaku ini termasuk residivis dan dalam setiap aksinya mereka tidak segan melukai korban. Ketiganya sudah kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kombes Ricko.
Dalam operasi itu, polisi turut menyita barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi, parang yang dipakai untuk melukai korban, handphone milik korban, serta kalung emas. Kombes Ricko menegaskan, pihaknya akan terus memberantas aksi kejahatan jalanan yang meresahkan warga dan menindak tegas para pelakunya.
Penangkapan ini adalah bentuk komitmen Polda Sumut dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Kasus-kasus seperti ini menunjukkan pentingnya peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berada di jalan raya, terutama di daerah yang sering dilanda aksi kejahatan.