RadarKriminal.newsz.id, Indramayu – Dugaan kelalaian pengawasan terjadi di SDN Tanjung Kerta 2, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, setelah seorang siswa menjadi korban kekerasan yang diduga dipicu oleh siswa lain di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut dialami Alip, siswa kelas VI, yang disebut menjadi korban pemukulan setelah diduga “diadu” oleh kakak kelasnya berinisial Tiyo. Kejadian itu berlangsung di area belakang sekolah pada Senin (13/4/2026).
Menurut keterangan keluarga korban, awalnya orang tua tidak mengetahui kejadian tersebut. Alip hanya mengeluhkan rasa sakit tanpa menjelaskan penyebabnya. Setelah didesak, barulah korban menceritakan bahwa dirinya mengalami pemukulan.
Pada Kamis (16/4/2026), orang tua korban, Opik, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah. Namun hingga Selasa (20/4/2026), keluarga menilai belum ada tindak lanjut yang jelas dari pihak sekolah.
Saat hendak kembali melaporkan kejadian tersebut, keluarga korban bertemu dengan salah satu awak media yang berada di lokasi. Pihak keluarga kemudian menyampaikan harapan agar kasus ini mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti.
Kepala sekolah SDN Tanjung Kerta 2, Oji, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia menyebut kejadian terjadi di luar jam sekolah. Pernyataan ini menuai tanggapan dari pihak keluarga yang menilai pengawasan sekolah tetap diperlukan karena lokasi kejadian masih berada di lingkungan sekolah.
Keluarga korban meminta agar pihak sekolah serta pihak terkait mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku, termasuk memberikan pembinaan terhadap siswa yang terlibat.
Selain itu, keluarga juga berharap adanya perhatian dari instansi terkait seperti perlindungan anak, pemerintah daerah, hingga pihak berwenang lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.
Mereka menegaskan, apabila tidak ada penyelesaian yang jelas, kasus ini akan dilaporkan ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke pemerintah provinsi dan lembaga perlindungan anak.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan dan perlindungan siswa di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.
/Rudi Hartono