RadarKriminal.Newsz.id, Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari ke berbagai daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memicu beragam reaksi politik. Namun PSI justru mempertanyakan pihak-pihak yang terus mengkritik langkah Jokowi menyapa masyarakat.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan, Jokowi merupakan patron politik bagi partainya. Karena itu, kunjungan Jokowi ke berbagai daerah dinilai sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan oleh pihak lain.
Ali bahkan menyindir sejumlah kalangan yang terus memperdebatkan apakah Jokowi masih memiliki pengaruh elektoral atau tidak. Menurutnya, jika memang tidak berpengaruh, seharusnya tidak perlu ada pihak yang merasa terganggu dengan agenda safari tersebut.
“Kalau Pak Jokowi dianggap tidak punya efek elektoral, kenapa banyak yang sibuk mengomentari dan mempermasalahkannya?” sindir Ali.
PSI mengungkapkan Jokowi akan memulai rangkaian kunjungan ke Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat. Agenda tersebut menjadi bagian dari safari nasional yang ditargetkan menjangkau 38 provinsi di Indonesia.
Selain bertemu masyarakat dan relawan, PSI juga menitipkan pesan khusus kepada Jokowi agar terus mengajak masyarakat mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Safari politik Jokowi ini pun kembali menjadi sorotan, sekaligus memunculkan spekulasi mengenai besarnya pengaruh politik mantan presiden tersebut menjelang berbagai agenda politik nasional ke depan.