Pada Jumat (17/11/2023) malam, sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Panerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Truk batu bara menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas di lokasi kejadian. Insiden ini memicu kemarahan warga yang akhirnya membakar truk tersebut.
Korban tewas diketahui bernama Sahid, seorang warga Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Dari data yang diperoleh, korban adalah karyawan pabrik yang sedang melintasi jalan umum saat kecelakaan terjadi. Truk yang terlibat dalam kejadian ini adalah kendaraan Mitsubishi Canter dengan nomor polisi BH 8209 YU, sementara sepeda motor yang ditabrak adalah Honda Revo dengan nomor polisi BM 6015 XO.
Menurut informasi dari Kasat Lantas Polres Batanghari AKP Sudiharsono, kecelakaan terjadi saat truk berjalan dari arah Sungai Bahar menuju Penerokan. Saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP), jalan yang bagus beraspal mengalami penurunan dan sedikit menikung ke kanan. Dari arah berlawanan, sepeda motor datang dan diduga menggunakan lajur sebelah kanan, sehingga terjadi tabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, sopir truk tidak ada di lokasi saat kejadian. Video yang diunggah di media sosial menunjukkan bahwa truk masih dalam kondisi mesin menyala, tetapi sopir sudah hilang. Sepeda motor korban juga masih tergeletak di bawah bemper depan truk.
Kejadian ini memicu kemarahan warga setempat. Mereka merasa tidak puas dengan tindakan aparat yang dianggap lambat menangani kasus tersebut. Akibatnya, sejumlah warga memilih untuk membakar truk yang terlibat kecelakaan sebagai bentuk protes.
Berdasarkan laporan resmi dari Polres Batanghari, kecelakaan ini terjadi di Jalan Lintas Simpang Penerokan – Sungai Bahar, Rt 06 Desa Ladang Peris. Meskipun truk berhasil dipadamkan, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, yang lebih penting adalah hilangnya nyawa korban yang menjadi perhatian utama masyarakat.
![]()
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan lalu lintas di daerah yang sering dilalui angkutan batu bara. Sebelumnya, aktivitas angkutan batu bara di Jambi sempat dihentikan oleh Polda Jambi sejak 8 November 2023. Namun, beberapa waktu terakhir, aktivitas tersebut kembali marak, termasuk di wilayah Batanghari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batanghari, Aminuddin, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam terkait kecelakaan ini. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera memberikan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, masyarakat juga menuntut transparansi dari pihak perusahaan pengangkut batu bara. Mereka ingin tahu apakah truk yang terlibat dalam kecelakaan ini memiliki izin operasional lengkap serta memenuhi standar keselamatan. Hal ini menjadi penting karena banyaknya truk batu bara yang melintas di jalan umum tanpa adanya pengawasan ketat.
Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya terasa pada keluarga korban, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap sistem transportasi di wilayah tersebut. Para pengguna jalan merasa khawatir dengan keberadaan truk batu bara yang sering kali melanggar aturan lalu lintas.
Polisi telah menetapkan status penyelidikan terhadap kecelakaan ini. Mereka akan meminta keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa kondisi truk serta surat-surat kendaraan. Proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait kecelakaan tersebut. Namun, masyarakat tetap menantikan respons dari pihak berwajib agar keadilan bisa ditegakkan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak, baik pengemudi maupun pengusaha angkutan, untuk lebih waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama dalam segala aktivitas transportasi.