Viral di media sosial, aksi gangster yang melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam di Kebraon, Karang Pilang, Surabaya menarik perhatian masyarakat. Polisi segera bertindak dengan mengamankan 6 pelaku, termasuk beberapa di bawah umur. Aksi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan warga dan kembali mengangkat isu kejahatan jalanan di wilayah tersebut.
Kapolsek Karang Pilang Kompol Rizky Ferdian menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 5 pelaku sebelum mengamankan MS, seorang pelajar SMA dari Gresik. Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi kelompok gangster terjadi pada 1 Desember 2023, namun video yang merekam aksi tersebut baru viral pada 12 Desember 2023. Pihak polisi akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa puluhan anggota gangster berkumpul sambil membawa beragam senjata tajam, termasuk celurit berukuran hampir 1 meter. Mereka kemudian melintasi jalan-jalan utama sambil mengacungkan senjata tersebut. Video yang diunggah oleh akun Instagram @surabayaterkini menampilkan aksi tersebut, yang menuai reaksi beragam dari netizen.

Dalam video tersebut, tampak para gangster naik motor secara tidak beraturan, sambil mengayunkan senjata tajam mereka. Di tengah video, mereka juga masuk ke perkampungan penduduk, menciptakan rasa takut di kalangan warga. Meski aksi tersebut dilakukan pada Desember 2023, viralnya video tersebut hanya terjadi beberapa hari sebelumnya.

Reaksi publik terhadap aksi gangster ini sangat besar. Banyak netizen menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan tersebut, dengan beberapa menggunakan hashtag seperti #SurabayaAman dan #HentikanGangster. Beberapa komentar menyoroti pentingnya tindakan cepat dari aparat untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Pernyataan resmi dari Kapolsek Karang Pilang Kompol Rizky Ferdian menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu para pelaku. Ia menambahkan bahwa kemungkinan jumlah pelaku akan bertambah dalam penyelidikan lebih lanjut. “Ini masih pengembangan,” ujarnya.
Dampak dari aksi gangster ini sangat signifikan. Kepercayaan masyarakat terhadap keamanan di wilayah Karang Pilang mengalami penurunan. Warga merasa khawatir saat beraktivitas di malam hari, karena adanya ancaman dari kelompok-kelompok seperti ini. Selain itu, kasus ini juga memicu diskusi tentang kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi kejahatan jalanan.
Proses hukum terhadap pelaku sedang berlangsung. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan menetapkan tersangka jika ditemukan bukti kuat. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memperkuat patroli di wilayah-wilayah yang rawan kejahatan, agar mencegah terulangnya aksi serupa.
Penutup
Saat ini, status kasus gangster Surabaya masih dalam penyelidikan. Publik menantikan proses hukum yang transparan dan tegas dari aparat. Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kejahatan jalanan di wilayah tersebut. Dengan tindakan yang tepat, diharapkan keamanan dan ketertiban di Surabaya dapat kembali terjaga.