Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – PT Perdana Gapuraprima Tbk (Kode Saham: GPRA) menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui strategi bisnis yang lebih terukur di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat.
Memasuki hampir empat dekade berkiprah di industri pengembang properti, Perseroan menjadikan tahun buku 2025 sebagai momentum untuk memperkuat fokus bisnis melalui penetapan prioritas yang jelas, pelaksanaan strategi yang konsisten, serta penguatan sumber pendapatan berulang (recurring income).
Sepanjang tahun 2025, GPRA terus mengembangkan sejumlah proyek strategis di sektor residensial. Perseroan meluncurkan Cluster Orchid di Perumahan Metro Cilegon, sekaligus melanjutkan pengembangan Puri Semanan Residence di Jakarta Barat, The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, The Botanica Cibubur, serta Bukit Cimanggu City Bogor melalui Cluster Savana Botheo, Cluster Lianos Phase 2, dan Cluster Monteverde yang menyasar segmen menengah dengan konsep hunian modern dan lingkungan terpadu.
Di sisi recurring income, Perseroan juga terus mengoptimalkan bisnis hospitality melalui pengelolaan Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Nemuru Grand Anyer Palazo, Nemuru The Bellezza Suites, Nemuru Grand Suites MTH Jakarta, serta Hotel Grand Serpong. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Pada Senin (29/6/2026), Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 sekaligus Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan. Rapat dihadiri para pemegang saham dengan jumlah yang memenuhi kuorum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam paparannya, manajemen menyampaikan bahwa strategi bisnis tahun 2025 difokuskan pada penguatan segmen inti, pengembangan proyek secara selektif, serta menjaga fleksibilitas keuangan. Strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi daya beli masyarakat, akses pembiayaan, dan berbagai faktor eksternal.
Meski demikian, Perseroan tetap optimistis terhadap prospek penjualan perumahan dan kavling, serta menjaga ketersediaan inventori agar mampu menangkap peluang ketika insentif pemerintah maupun pembiayaan perbankan semakin membaik.
Sepanjang tahun 2025, GPRA membukukan pendapatan sebesar Rp454,29 miliar atau turun 12,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp83,97 miliar, turun 32,21 persen dibandingkan tahun 2024.
Penjualan rumah tapak dan ruko masih menjadi penyumbang utama pendapatan Perseroan dengan nilai sekitar Rp272,37 miliar. Kontribusi tersebut menegaskan bahwa segmen residensial tetap menjadi motor utama bisnis Perseroan, yang didukung oleh pendapatan berulang dari sektor hospitality.
Dalam RUPST, para pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Laporan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik PKF Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan.
Selain itu, RUPST dan RUPSLB turut menyetujui sejumlah agenda penting, antara lain perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, perbaikan data pemegang saham pada database Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH), penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025, serta rencana Perseroan untuk melaksanakan aksi korporasi berupa right issue sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada agenda pembagian laba, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp1 per saham.
Adapun susunan pengurus Perseroan setelah RUPSLB untuk periode 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
– Komisaris Utama: Heryani Margono
– Komisaris: Heryani Margono
– Komisaris Independen: Nugroho Sulistyo
Direksi
– Direktur Utama: Rudy Margono
– Direktur: Arvin F. Iskandar
– Direktur: A. Rudy Kurniawan
– Direktur: A. Taufik Zaenal
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, GPRA berharap dapat menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, memperkuat fundamental bisnis, serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham di tengah dinamika industri properti nasional.