Pada Rabu (20/08/2025), sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom ikan atau bondet terjadi di rumah Sundari, warga Desa Ngepuh, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan dan menewaskan Muhammad Mustofa (MM), seorang pria berusia 28 tahun. Korban mengalami luka bakar lebih dari 90 persen dan lengan tangan kanannya putus.
Korban awalnya dilarikan ke RSUD R Soedarsono untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Bangil. Pihak rumah sakit akhirnya menyatakan bahwa MM meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Ledakan tersebut juga menyebabkan bagian rumah ambrol dan tembok miring, sehingga membuat warga sekitar kaget dan khawatir.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan ledakan sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung melakukan sterilisasi di lokasi. “Kami langsung ke TKP, memasang garis polisi, dan mengevakuasi korban. Dugaan awal, ledakan berasal dari bondet (bom ikan rakitan),” jelas Choirul.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Timur bersama Inafis dan Labfor Polda Jatim diterjunkan ke lokasi untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan bahan peledak berdaya ledak rendah (low eksplosif), termasuk serpihan bahan mirip petasan kecil.

Sementara itu, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan istri korban. Choirul menjelaskan bahwa saksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga, tetangga, hingga orang tua korban. Semua mereka dimintai keterangan untuk menggali aktivitas keseharian korban.
Selain itu, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Pasuruan menunjukkan bahwa korban juga terlibat dalam kasus kejahatan sebelumnya. Identitas Muhammad Mustofa (MM) masuk dalam daftar DPO atas kasus pencurian motor. Untuk keamanan, kondisi rumah yang rusak hingga kini masih diberi garis polisi.
Polres Pasuruan dan Satuan Brimob Polda Jatim sudah melakukan penyisiran terhadap sisa barang berbahan peledak. Tim penjinak bahan peledak (handak) memastikan seluruh ruangan pada rumah tersebut steril dari sisa ledakan.
Insiden ini memicu reaksi publik dan media sosial, dengan banyak warga mengkhawatirkan maraknya peredaran bom ikan di wilayah tersebut. Beberapa netizen menyampaikan kekecewaan terhadap penggunaan bahan peledak yang tidak aman dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Pernyataan resmi dari pihak kepolisian menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung untuk memastikan asal muasal bahan peledak dan apakah benar dirakit oleh korban. Selain itu, tim Labfor akan turun untuk memastikan komposisi bahan peledak yang digunakan dalam ledakan tersebut.
Dampak dari insiden ini sangat signifikan, baik secara sosial maupun politik. Masyarakat menjadi semakin waspada terhadap ancaman bom ikan, sementara lembaga pengawas seperti KPK dan Ombudsman diharapkan bisa memberikan perhatian lebih terhadap isu ini.
Hingga saat ini, status terbaru dari kasus ledakan bondet di Pasuruan adalah masih dalam proses penyelidikan. Publik menantikan hasil pemeriksaan labfor dan keterangan dari korban yang sedang menjalani perawatan. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya tindakan tegas terhadap pelaku pembuatan dan peredaran bom ikan agar tidak terulang kembali.