RadarKriminal.Newsz.id, Cikarang, Jawa Barat – Puluhan warga Perumahan Villa Lestari, Kecamatan Serang baru kab.bekasi menggelar pertemuan terbuka, pada Jumat malam(19/6/2026). Pertemuan ini diselenggarakan guna merumuskan langkah aksi protes rencananya akan dilakukan langsung ke kantor pengembang. Warga semakin geram lantaran berbagai janji perbaikan fasilitas dasar dan perlindungan dari bahaya banjir tak kunjung terealisasi padahal sudah lama disampaikan.
Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Forum Warga Villa Lestari (M.Fardy Manoppo. S.H) beserta pengurus RW dan RT, Ketua dan pengurus Forum Warga Villa Lestari, serta perwakilan warga dari setiap RT, disepakati daftar tuntutan utama akibat kelalaian pihak pengembang.
Masalah paling mendesak adalah kondisi tanggul dan saluran air yang rusak dan terbengkalai. Hingga kini, pengembang sama sekali tidak berniat melakukan perbaikan maupun renovasi. Saluran yang dulunya digali oleh pengembang kini tertutup semak belukar dan rumput liar. Warga khawatir lokasi tersebut berubah menjadi sarang hewan berbahaya seperti ular, serta berpotensi memicu wabah penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, warga menuntut pemasangan saluran beton tipe U-ditch di sepanjang jalur tersebut.
Selain saluran air, kondisi jembatan penghubung di lingkungan perumahan juga dinilai memprihatinkan dan butuh perbaikan menyeluruh demi keselamatan warga yang melintas.
Tuntutan lainnya adalah pemasangan pintu pembuangan air yang memadai. Alat ini berfungsi agar air hujan dari dalam perumahan bisa mengalir lancar keluar, sekaligus menahan air sungai saat meluap agar tidak masuk ke pemukiman. Bahaya ini makin terasa di Gang 10, di mana tanggul pembatas sudah tak ada lagi. Saat air sungai naik, luapan akan langsung menggenangi rumah warga tanpa perlindungan apa pun.
“Sudah berkali-kali disampaikan, tapi tidak ada tanggapan serius. Kami terpaksa merapatkan barisan dan merencanakan aksi demonstrasi jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pengembang,” ujar salah satu perwakilan warga dalam pertemuan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menyusun jadwal dan rincian aksi, serta berharap perhatian serius dari pihak berwenang agar masalah lingkungan dan keselamatan ini segera mendapatkan solusi permanen.
(YB SIHOMBING/OJK)